Pencarian

Selasa, 22 Mei 2012

Apa hubungannya dengan pemakaian additif Hi-Octan?

Apa hubungannya dengan pemakaian additif Hi-Octan? Begini.. untuk rasio kompresi rendah yang tercantum Premium, cukup gunakan dosis 1 mL Hi-Octan untuk 1 Liter Bensin. Untuk rasio kompresi tinggi yang disarankan Pertamax / Pertamax Plus, dapat menggunakan dosis 2mL Hi-Octan untuk 1 Liter Bensin untuk mendapatkan hasil yang optimal. Teorinya begitu, kenyataanya, teman-teman bisa buktikan sendiri di lapangan. Saya pribadi biasanya menggunakan dosis 6 mL Hi-Octan Green (GeS Power Booster) untuk sekali ngisi bensin Rp.15rb di Suzuki Titan. Kalau untuk beberapa jenis mobil standard, biasanya saya gunakan dosis 1/2 botol Hi-Octan Green untuk isi bensin Rp.100rb, atau 1/3 botol Hi-Octan Maroon untuk isi bensin Rp.100rb,-
YAMAHA
  • Vega-R (9.0:1) Premium
  • Vega-ZR (9.0:1) Premium
  • Mio (8.8:1) Premium
  • Jupiter (9.0:1) Premium
  • F1ZR (7.1:1) Premium
  • RX-KING (6.9:1) Premium
  • YT 115 (7.2:1) Premium
  • RZR (7:01) Premium
  • Nouvo (8.8:1) Premium
  • Crypton (9.0 : 1) Premium
  • Yamaha Alfa (7.2 : 1) Premium
  • Yamaha RXZ (7.0 : 1) Premium
  • Jupiter-Z (9.3:1) Pertamax
  • Jupiter MX-135LC (10.9:1) Pertamax Plus
  • Scorpio-Z (9.5:1) Pertamax
  • VIXION (10.4:1) Pertamax Plus
  • Majesty 125 (11:01) Pertamax Plus
  • Scorpio (9.5:1) Pertamax
SUZUKI
  • Satria FU (10.2:1) Pertamax Plus
  • Shogun New FL125 Series (9.6 : 1) Pertamax
  • Shogun FD125 X (9,5 : 1) Pertamax
  • Suzuki New FL125 Series rasio kompresi 9.6 : 1 Pertamax Plus
  • Suzuki FD125 X rasio kompresi 9,5 : 1 Pertamax
  • Suzuki Smash Titan (9,5:1) Pertamax
  • Suzuki New Smash (8,1:1) Premium
KAWASAKI
  • Kawasaki Blitz R 53 mm x 50.6mm 111 cc 9.3 : 1 (Pertamax)
  • Kawasaki Athlete 56 mm x 50.6mm 124.6 cc  9.8 : 1 (Pertamax)
  • Kawasaki Ninja 250 62 mm x 41.2mm 2x 124.5 cc  11.5 : 1 (Pertamax Plus)
  • Kawasaki KLX 250 72 mm x 61,2mm 249cc 11 : 1 (Pertamax Plus)
HONDA
  • Honda GL 100 52 x 49.5mm 105.1 cc 9.2 : 1 (Pertamax)
  • Honda GL Max 56.5 x 49.5mm 124.1 cc 9.2 : 1 (Pertamax)
  • Honda GL Pro 61.0 x 49.5mm 144.7cc 9.2 : 1 (Pertamax)
  • Honda Supra 50.0 x 49.5mm 97.1 cc 8.8 : 1 (Premium)
  • Honda Tiger 63.5 x 62.2 mm 196.9cc 9.0 : 1 (Premium)
  • Honda Megapro 63,5 x 49,5 mm 156.7cc 9.0 : 1 (Premium)
  • Honda CS-1 58 x 47,2 mm 124.7 cc 10.7 : 1 (Pertamax Plus)
  • Honda Supra PGM FI 52,4 x 57,9 mm 124.8cc 9.0 : 1 (Premium)
  • Honda Blade 50 x 55,6 mm 109.1 cc 9.0 : 1 (Premium)
  • Honda Vario 10, 7:1 (Pertamax Plus)
*sumber : majalah MotoDream edisi Juni 2010
UPDATE UNTUK MOBILJenis Mobil Rasio Kompresi BBM Yang Dianjurkan
Suzuki
  • Swift 9,5:1 Pertamax
  • Grand Vitara 10,5:1 Pertamax Plus
  • Grand Escudo XL-7 9,5:1 Pertamax
  • Escudo 2.0 9,3:1 Premium/Pertamax
  • Escudo 1.6 9,5:1 Pertamax
  • Baleno 9,5:1 Pertamax
  • Aerio 9,5:1 Pertamax
  • APV 9,0:1 Premium/Pertamax
  • Karimun 8,8:1 Premium
  • Katana 8,8:1 Premium
  • Carry 1.5 8,9:1 Premium
  • Carry 1.0 8,9:1 Premium
  • Carry 1.3 9,0:1 Premium
  • Esteem 1.6 GT 9,5:1 Pertamax
  • Side Kick 8,9:1 Premium
  • SX-4 10,5:1 Pertamax Plus
Honda
  • Jazz I-Dsi 10,4:1 Pertamax/Pertamax Plus
  • Jazz V-Tec 10,1:1 Pertamax/Pertamax Plus
  • City I-DSi 10,5:1 Pertamax/Pertamax Plus
  • City V-Tec 10,1:1 Pertamax/Pertamax Plus
  • Stream 1.7 9,5:1 Premium/Pertamax
  • Stream 2.0 9,4:1 Premium/Pertamax
Toyota
  • Starlet XL 1.000 cc 9,3:1 Premium/Pertamax
  • Starlet SE 1.3 9,5:1 Pertamax
  • Twin Cam 9,5:1 Pertamax
  • Great Corolla 9,5:1 Premium/Pertamax
  • Avanza 11:1 Pertamax Plus
  • Yaris 10,5:1 Pertamax/Pertamax Plus
  • Innova 2.0 9,8:1 Pertamax
  • Innova 2.7 9,7:1 Pertamax
  • Rush 10:1 Pertamax/Plus
Nissan
  • X-Trail 2.0 9,9:1 Pertamax
  • Terano 8,3:1 Premium
  • Livina 1.5L 10,5:1 Pertamax/Pertamax Plus
  • Livina 1.8L 9,9:1 Pertamax
  • Sentra Genesis 9,3:1 Pertamax
  • Cefiro 9,5:1 Pertamax/Pertamax Plus
Daihatsu
  • Xenia EJ (vvti) 11:1 Pertamax Plus
  • Terios 10,0:1 Pertamax/Pertamax Plus
  • Taruna EFI 9,5:1 Pertamax/Pertamax Plus
  • Sirion 10,0:1 Pertamax/Pertamax Plus
  • Ceria 9,5:1 Pertamax
Catatan :
Dari pengalaman di lapangan, kami menemukan ada beberapa jenis mobil Daihatsu keluaran 90-an yang mesinnya cenderung cepat panas, antara lain : Zebra dan Espass. Untuk jenis mobil ini, pemakaian dosisnya jangan lebih dari 1 mL hi-octan untuk 1 Liter bensin Premium yang dipakainya.
Mitsubishi
  • Eterna DOHC 9,8:1 Pertamax/Pertamax Plus
  • Eterna SOHC 8,5:1 Premium
  • Lancer DOHC 10,5:1 Pertamax Plus

Rabu, 09 Mei 2012

[F1ZR] Menaikan Kompresi



Gara-gara wacana pertamax buat motor, jadi ngoprek kompresi nih. Untuk menaikan kompresi pada mesin 2 tak, cukup dilakukan pembubutan pada head block (tutup block). Tapi sebaiknya dihitung dulu kompresi aslinya. Pertama hitung volume silindernya, yang perlu dicari adalah nilai stroke dan bore-nya. Untuk mengukur stroke dapat dilakukan dengan cara seperti gambar dibawah ini:

Setelah diukur didapat panjang stroke adalah 51 mm, padahal seharusnya 52 mm. Hal ini disebabkan piston bukan benar2 berada di titik terendah (susah ngepasinnya). Diameter piston OS 50 adalah 52,5 mm. Maka volume silinder adalah :
vs = phi*r*r*s
dengan r = jari-jari silinder atau 1/2 Diameter silinder/piston (D). Sehingga
vs = phi*(D/2)*(D/2)*s
= phi*D*D*s/4
= phi*52,5*52,5*51/4 = 110402.43 = 110.4 cc
Untuk menghitung volume ruang bakar, tuangkan oli samping pada head block dengan busi yang terpasang. Lalu tuang oli samping pada gelas yang ada lekukan di bibir gelasnya. Ukur volume oli dengan tabung jarum suntik. Takaran dari tabung jarum suntik adalah 3 cc.

Volume ruang bakar (vp) saya ukur berkisar antara 11,5 cc hingga 12 cc. Maka didapat nilai2 kompresi berikut
Kompresi (12 cc) = (vs+vp)/vp = 10.2
Kompresi (11,5 cc) = (vs+vp)/vp = 10.6

Misalkan memang benar seharusnya stroke-nya 52 mm, maka
vs = phi*52,5*52,5*52/4 = 110402.43 = 112.5 cc
Kompresi (12 cc) = (vs+vp)/vp = 10.375
Kompresi (11,5 cc) = (vs+vp)/vp = 10.78
wuihhh makin tinggi saja ! Padahal seharusnya hanya 7.1 : 1 menurut daftar berikut :


Pertamax dong minuman fizr gw. Untuk kompresi 7.2 : 1 dengan seher standar 52 mm maka:
vs = phi*52*52*52/4 = 110433 = 110.4 cc
Kompresi (14,5 cc) = (vs+vp)/vp = 8.75
(vs+vp)/vp = 7.2
110.4 + vp = 7.2 vp
vp = 110.4/8.2 = 13.46 cc
Kalau vp = 12 cc maka kompresi menjadi 10.2, wah beda cuman 1,46 cc jadinya jauh banget yah :) .
Lingkar terbesar pada head silinder adalah 52 mm, maka luasnya adalah : 2123,7 mm2. Kalau head dibubut 1 mm saja maka volume ruang bakar yang hilang adalah 2,213 cc ! dan kompresinya menjadi :
(110,4 + 9,787)/9,787 = 12,28 ! Bablas ewes.. ewes…

Bubut…………….vp…………….kompresi
0,1 mm…………..11.7787……..10.37
0,2 mm…………..11.5574……..10.55
0,3 mm…………..11.3361……..10.74
0,4 mm…………..11.1148……..10.93
0,5 mm…………..10.8935……..11.34

Jadi untuk f1zr maka perlu hati-hati kalau mau membubut head block untuk menaikan kompresi. Padahal tadi head block sudah saya gesek-gesekan diatas kertas amplas yang diatas kaca meja. Semoga tidak terbubut hingga 0,4 mm. Oh yah bagian clearance-nya juga harus diamplas/bubut. Oh yah perlu diketahui menaikan kompresi berarti :
- menaikan panas blok, mesin bisa jadi gampang overheat dan piston macet
- menaikan tekanan pada mur-baut blok, mur-baut yang digunakan untuk mengencangkan tutup blok adalah bagian yang rawan rusak.